Di Rumah Sakit Keluarga Jonathan

1185 Words

Di ruang sempit mobil yang melaju cepat, Sifa memutar tubuhnya ke belakang. Matanya menatap nanar ke arah Jonathan yang sedang bersimpuh di celah jok, merendahkan tubuhnya agar bisa terus menggenggam tangan Zee yang sedingin es. "Jadi... benar? Zee sedang hamil?" Suara Sifa bergetar, antara tidak percaya dan takut akan jawaban yang akan ia dengar. Jonathan terdiam. Ia menarik napas panjang, seolah oksigen di dalam mobil itu terlalu berat untuk paru-parunya. "Zee tidak menceritakannya padamu?" tanyanya balik, suaranya parau. Ia tahu betapa dekatnya mereka; jika Sifa saja tidak tahu, betapa sunyinya perjuangan Zee selama ini. "Dia belum bicara apa-apa," bisik Sifa, air mata mulai menggenang. "Dia hanya terus bilang harus segera menikah secepat mungkin... dan alasannya baru akan diceritaka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD