Marlina mengusap bahu Sella dengan gerakan pelan yang ritmis, berusaha meredam isak kecil yang mulai pecah. "Sella... tenang, Sayang. Percaya sama Tante, Jo pasti sudah habis dimarahi papanya sekarang," bisiknya lembut, menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukan yang hangat. Sella menyandarkan kepalanya di bahu Marlina, bibirnya mengerucut masai. "Padahal aku ingin sekali mengecek semua persiapan pernikahan ini berdua dengannya, Tante. Aku lelah kalau harus mengurus setiap detail sendirian," keluhnya dengan nada manja yang kental, seolah beban dunia sedang menimpanya. Sella mendongak sebentar, matanya yang sembab menatap Marlina mencari pembelaan. "Belum lagi urusan fitting gaun. Dia tidak pernah punya waktu! Apa dia sama sekali tidak penasaran, melihat bagaimana penampilanku dalam g

