Bukan Orang Sembarangan

933 Words

"Iya, Pa?" Suara Marlina terdengar dari balik ponsel, nadanya diselimuti kekhawatiran yang sudah berhari-hari ia pendam. Di seberang sana, Aditya Hein terus melangkah, membelah koridor rumah sakit dengan wajah yang mengeras. "Jo ada di rumah sakit sekarang," ucap Aditya tanpa basa-basi. Suaranya rendah, mencoba meredam kegaduhan di sekitarnya. "Kasih tahu Sella, biar dia tenang. Setidaknya calon suaminya itu masih hidup dan ada di sini." Marlina mengembuskan napas lega yang terdengar jelas, namun sedetik kemudian nadanya berubah menjadi getir. "Syukurlah... Baik, Pa. Tolong, kalau Papa bertemu dia, tegur anak itu. Papa marahi saja dia! Beberapa hari lagi mereka akan menikah, tapi kenapa dia sulit sekali dihubungi? Sella sampai menangis karena Jo bahkan tidak mau mengangkat teleponnya sam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD