bc

HAMIDAH GADIS YANG DI BENCI

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
love-triangle
family
HE
playboy
kickass heroine
stepfather
drama
bxg
musclebear
like
intro-logo
Blurb

Dibenci sejak kecil. Dihina karena tidak sempurna. Itulah Hamidah.Mbah Yunus, yang merupakan nenek kerabatnya sendiri, begitu membencinya dan tidak akan membiarkan Hamidah bahagia. Fitnah, ejekan, hinaan sering mereka lontarkan, mencari celah yang salah. Tujuannya yaitu ingin menghancurkan rumah tangganya Hamidah. Celah tersebut muncul ketika anak semata wayang Hamidah, Adam, didiagnosis ADHD ringan. Alih-alih mendapat dukungan, Hamidah justru dicap sebagai ibu yang gagal. Suaminya, Abdul, memilih pergi dan berselingkuh.Di titik terendah, Hamidah memilih satu hal yaitu pergi. Ia membawa Adam pergi menjauh dari tempat yang selalu menghakiminya supaya Adam bisa Jauh dari luka.Di kota baru itu, Hamidah menemukan dua hal yang dulu ia pikir mustahil yaitu penerimaan dan cinta. Melalui Steven, seorang psikolog yang melihat Adam bukan sebagai beban, Hamidah belajar bahwa menjadi "berbeda" bukanlah aib. Dan bahwa ia sendiri berhak untuk dicintai._Hamidah Gadis yang Dibenci_ adalah kisah tentang seorang perempuan yang menolak menjadi korban. Tentang stigma terhadap anak berkebutuhan khusus. Tentang keluarga toxic. Dan tentang keberanian untuk memulai lagi demi masa depan anak.Karena kadang, rumah bukan tempat kita dilahirkan. Rumah adalah tempat kita akhirnya diterima.

chap-preview
Free preview
chapter 1 tentang aku dan masalalu ku
Hamidah POV namaku Maulida Hamidah biasa dipanggil idah oleh orang tuaku dan para tetangga disekitar ku. aku termasuk anak yang terlahir dari keluarga yang kurang mampu, ayahku terlilit hutang sejak aku kecil. kami tak punya tempat tinggal, karena satu-satunya rumah kami dihancurkan oleh anak kepala desa sebab ayahku yang tidak bisa membayar hutang. mau tak mau, aku, ibu, dan kakakku harus tinggal sementara dirumah nenekku nenek Sri. sementara ayah meninggalkan kami untuk kerja merantau sambil melarikan diri ke Papua. aku,ibu, dan kakakku terus hidup dalam hinaan dan ejekan orang. keluarga kami selalu tersisih dan dipandang rendah oleh orang orang. ibuku bekerja sebagai pembantu, sementara kakakku ia bekerja sebagai sales serabutan saat SMA. sementara aku masih kecil usia ku masih 7 tahun dan masih sekolah dasar. waktu kecil aku sulit untuk mendapatkan teman, tak ada teman yang mau bermain denganku entah mengapa aku sendiri tak tau. setiap aku ingin ikut main, aku selalu dijauhi jujur hal itu membuatku sedih. namun, aku tak ingin menceritakan kesedihan ini pada ibu, kakakku atau nenekku. nenekku sering memarahi anak yang menjauhiku atau yang tidak mau mengajakku berteman. aku tak pernah mengadukan hal itu kepada nenekku, namun ternyata dia diam-diam mengawasi ku dan tahu akan hal itu. hanya segelintir orang yang bisa bersahabat baik denganku. kadang aku tak kuat menahan kesedihan sehingga aku menangis di samping rumahku yang kebetulan ada sumur disebelahnya. namun bukannya iba, keluarganya Mbah Yunus malah mengatakan "orang aneh", "anak gila" "bocah bento" dan berbagai perkataan yang menyakitkan hati. terutama anaknya yang bernama Maisaroh, orang yang bermulut pedas yang selalu mengatakan bahwa aku orang gila. "cah stres kae Mergo gak di openi wong tuwone Ojo di Jak bolo" kata Maisaroh menghasut teman-temanku agar tidak mau bermain denganku. dan benar saja karena perkataan Maisaroh teman temanku langsung perlahan pergi meninggalkan ku. aku tak bisa bermain, aku kesepian. aku sedih. namun tak apa, aku bermain saja sendiri yaitu bermain bongkar pasang. dimana boneka itu aku yang menyuarakan nya. karena aku sering bermain bongkar pasang sendirian, tak jarang Mbah Yunus juga sering mengejek bahwa aku ini anak gembel, dan anak yang tidak waras. entah mengapa mereka membenciku, bahkan mereka tertawa dan senang saat melihatku sedih padahal aku tak melakukan kesalahan apapun kepada mereka tapi mengapa mereka bisa sejahat ini. pandangan tatapan remeh dan senyum yang mengejek itulah wajah yang selalu mereka tampilkan di depanku . namun aku memegang prinsip yang diajarkan oleh ibuku bahwa jangan pernah menanggapi orang yang mengejek apalagi membenci kita. biarkan mereka lelah dengan sikap mereka sendiri, dan jangan pula membalas perbuatan buruk dengan keburukan. ibuku berpesan bahwa se menyebalkan nya Mbah nus, dia masih ada hubungan keluarga dengan nenekku nenek Sri. jadi ibuku tetap menyuruhku untuk bersikap sopan meskipun sikap orang tua tersebut munafik dan nauzubillah. mungkinkah kebencian mereka terhadapku bisa pudar saat aku tumbuh dewasa nanti?... semoga saja.... tahun demi tahun telah berganti, aku kini tumbuh semakin dewasa. banyak yang telah berubah dalam hidupku, zaman, kecanggihan teknologi, kecanggihan informasi dan komunikasi bahkan kemajuan pendidikan. namun, apakah seiring perubahan zaman bisa merubah seseorang yang tidak menyukai kita alias membenci kita menjadi berubah. jawabannya...... tentu saja tidak. hanya saja kini cara mereka membenci menggunakan cara yang berbeda. tidak terang-terangan mengatakan bodoh seperti waktu kecil dulu. hanya saja strategi mereka yaitu dengan cara menyindir halus dan mulai membanding-bandingkan. sekali lagi tak garis bawahi membanding-bandingkan. mulai dari penampilanku, selera fashion ku, makeup ku, caraku bersosialisasi dengan teman teman, bahkan tingkat pendidikan ku semua mereka usut tuntas. kayak keluarga Mbah Yunus itu loh gak ada kerjaan gitu loh, kerjanya itu loh baca hidup orang lain, terus mengomentari urusan orang lain. terutama membaca kehidupan aku dan keluargaku itu adalah hobi favorit mereka. aku masih ingat saat aku remaja dulu ia pernah berkomentar tentang penampilanku. dia bilang bahwa pakaian ku itu ndeso banget. padahal wajar gak sih kalau kita lagi santai di rumah itu kita pakai celana panjang sama kaos lengan pendek, ya kali waktu santai dirumah kita pakai kebaya. bagiku itu merupakan komentar yang tidak berfaedah yang hanya aku iyain terus senyum. padahal yang penting kan pakaian harus menutup aurat apalagi kalau kita masih perawan harus lebih berhati-hati. gak cuma Mbah Yunus saja yang resek, suaminya Mbah Marijan pun juga resek. aku ingat dia pernah mengatakan secara tidak langsung bahwa aku itu jelek alias tidak bisa make up. beda dengan cucu perempuan kesayangannya yang bernama salsa. yang setiap hari selalu berdandan pakai alis, lipstik, bedak, dan sebagainya. ingin rasanya aku mengatakan ke mereka, "suka-suka aku lah, ngapain pula kau yang repot". tapi masih ku tahan karena mereka orangtua, takutnya aku dibilang anak yang gak ada akhlak. terus saja mereka menyinggung hal itu sampai membuat bapakku geram. dan bapakku malah menyuruhku agar bisa berdandan seperti anak gadis lain. bukannya aku gak bisa dandan, tapi aku hanya dandan di waktu waktu tertentu misalnya waktu sedang kuliah itupun tidak menor karena aku hanya bisa dandan pakai bedak pakai lipstik. normal gak sih cewek yang makeup nya seadanya? aku heran banget kenapa ya, masih ada orang yang pemikirannya kuno seperti itu. alasanku tidak terlalu suka makeup itu karena kulitku sensitif kalau kena makeup terus menerus bisa jerawatan. padahal kini kondisi keluargaku sudah tidak semiskin dulu, bahkan bisa dibilang cukup dan sejajar dengan para tetangga yang lain. tapi kenapa sih, nih orang sekeluarga masih tetap gak suka sama aku. why? jujur saja gara-gara komentar negatif mereka hal itu membuatku sering terlibat konflik dengan bapakku. kayak ngapain sih bapak, kalian harus dengerin omongan mereka. jujur saja ayahku sering menyuruhku dandan karena ada alasannya, dan itu disebabkan karena komentar negatif mereka yang mengatakan kalimat seperti ini "wes elek, Ra iso dandan apane gak dadi prawan tuwek Ra payu rabi ( sudah jelek gak bisa dandan nantinya juga jadi perawan tua gak nikah nikah) astaghfirullah hal adzim ingin rasanya aku mencubit mulut mereka itu, kayak gak mikir dua kali gitu Lo kalau ngatain orang lain. toxic banget sumpah, untungnya Lo orang tua. Excuss me ya nek Yunus, yang perawan tua itu cucu anda Salsa soalnya usia 25 tahun belum menikah bukan saya. lah aku mah masih 20 tahun masih singgel ya wajar lah, kan temanku banyak yang masih jomblo. ya Allah tolong berikanlah kesadaran kepada keluarga Mbah Yunus agar hidupnya tidak dihabiskan dengan hal hal yang tidak bermanfaat seperti membaca kehidupan orang lain..... astaghfirullah hal adzim next time aku digosipin apa lagi, dikomentari apa lagi sama mereka.......

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Unscentable

read
2.0M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
781.6K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
2.0M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
1.0M
bc

A Warrior's Second Chance

read
371.0K
bc

Not just, the Beta

read
355.4K
bc

The Broken Wolf

read
1.2M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook