“Kamu ketiban durian runtuh dimana sih, Syad?” tanya Helena saat mobil mulai bergerak menuju kantor. Irsyad yang tak mengerti maksud perempuan disampingnya itu hanya melirik sekilas, lalu kembali fokus pada jalanan di depan. “Aku enggak nyangka istri kamu bersikap seperti tadi,” lanjut Helena. “Seperti tadi? Seperti apa?” tanya Irsyad tak mengerti. “Aku pikir Runa bakal marah karena rahasia rumah tangganya di ketahui orang lain,” jawab Helena, matanya melirik sebentar ke arah Irsyad yang sedang menyetir. “Tapi ternyata, dia enggak marah atau melemparkan pisau dapur ke arahku, dia malah mengusap tanganku dengan lembut seolah enggak terjadi apa-apa,” lanjutnya dengan senyum tersungging. Irsyad tersenyum mendengar cerita Helena. “Dia bilang enggak apa-apa… padahal kalau aku jadi dia,

