Mangkuk berisi air hangat terletak di atas meja kaca yang ada di ruang keluarga, di sampingnya terdapat kantung plastik berisi kapas bekas pakai yang warnanya sudah kemerahan. Suara mengaduh terdengar memenuhi ruangan yang hanya berisi sepasang suami istri. “Kamu di pukulin siapa sih, Yah?” tanya Runa dengan suara parau menahan tangis. Sudah tak bisa ia bendung lagi pertanyaan yang menari-nari di otaknya. Tangannya baru saja menuangkan obat merah ke permukaan kapas. Dengan perlahan ia mengoleskannya ke pelipis Irsyad. “Ah, pelan-pelan, Run,” ucap Irsyad dengan wajah meringis menahan perih. Tangan Runa bergerak semakin perlahan, tak ingin menambah kesakitan suaminya. “Aku juga enggak tahu, baru juga turun dari mobil mau beli minum di supermarket malah di kasih bogeman gini,” lanjut Irs

