Selama beberapa saat, Ita fokus pada ponselnya. Ia membaca ulang pesan dari Clara dengan saksama. Ya, putrinya itu mengirimkan pesan berisi penjelasan-penjelasan, bahkan pesan suara juga. Tanpa mau membalasnya, Ita lalu fokus pada dua orang yang sudah duduk diam seperti terdakwa. "Kamu bilang apa sama mereka berdua?" "Sa-saya bilang lagi antar Mama pulang," jawab Angga terkesiap. "Mereka percaya?" "Iya, Ma. Mereka bahkan nyusul pulang." Saat ini, Angga dan Lidya berada di hotel tempat Ita menginap. Angga bohong saat Revan menelepon, dengan mengatakan dirinya sedang mengantar Ita kembali ke kampung, nyatanya di sinilah mereka berada. "Aku yakin Clara nggak begitu, Ma. Meskipun baru beberapa bulan terakhir ini mengenal Clara ... aku tahu dia bukan wanita seperti itu. Bahkan, sebenarnya

