Brama mengangguk paham. "Okay kamu saya pecat. Dan seperti yang lain juga, kamu pasti sudah mengetahui langkah selanjutnya bukan?" "Iya Tuan saya mengetahui nya," Tut! Sambungan dari telpon itu terputus begitu saja. Dan Brama lah yang memutuskan sambungan telpon itu. Dor! Dor! Dor! Suara tembakan peluru itu berbunyi sangat nyaring di gudang tertutup ini. Begitulah cara Brama meluapkan segala emosinya. "Argh! Mengapa harus Kenzo? Dasar b******n!" "Berani-beraninya kau mengganggu Cucuku. Awas saja, kau pasti habis di tanganku," geram Brama. Dor! Dor! Dor! Peluru-peluru itu kembali melesat jauh dari pistol silver kesayangan Brama. ***** Kini, Raina dan Kiara telah berada di suatu restaurant favorit mereka di Amerika. Disana juga ada Fira dan Darma. Yeah benar, Darma sudah dip

