14. Imperfect Couple

1581 Words

Setelah cukup mengumpulkan semua kesadarannya, tiba-tiba derap suara langkah kaki mulai menggema di seluruh penjuru ruangan itu. Dengan reflek, Kenzo pun mencari arah datangnya derap kaki itu. "Akhirnya kamu datang juga Cucu kesayanganku," Kenzo menatap tajam ke arah pemilik suara itu. "Apa tujuan Kakek membawaku kemari?" "Hanya membicarakan hal-hal kecil saja. Dan ya, bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Brama seraya duduk di kursi kayu yang terletak di hadapan Kenzo. Kenzo tersenyum sinis. Dia lebih memilih untuk mengalihkan pandangannya ke arah lain dari pada menatap manik mata sang Kakek. "Cepat katakan apa mau Kakek," Brama tertawa sumbang. "Jangan terlalu terburu-buru Ken, sudah lama kita tidak berbicara empat mata seperti ini." Kenzo berdehem singkat. Dia masih berusaha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD