Senyap. Selalu seperti itu ketika jiwa-jiwa manusia telah terlelap. Memulai petualangan lain di alam mimpi, yang sering kali sangat berbeda jauh dari kenyataan. Benda bulat yang memancarkan cahaya, walaupun tak seperti matahari membuat langit sangat indah dengan dibumbui taburan bintang di sekitarnya. Sayang sekali, tak banyak manusia yang menyisakan waktunya untuk melihat itu semua. Mereka lebih tergoda untuk berada di dalam kamar tidur dan mengistirahatkan tubuh. Melisa melenguh seraya membuka perlahan matanya. Keningnya mengernyit ketika masih merasakan sisa-sisa rasa sakit di kakinya. Suhu tubuhnya lebih panas dari biasanya, tapi Melisa merasa sangat kedinginan. Untuk mengatasi hal tersebut Melisa menarik selimutnya. Bibirnya bergetar karena rasa dingin yang masih saja ia rasa walau

