Marwan keluar dari kamarnya dan sang istri yang baru dua hari ditempati. Sekarang sudah waktunya ia berangkat bekerja tapi Melisa belum juga turun ke bawah setelah sarapan. Ia terus mengumpati anaknya sendiri di dalam hati. Apakah Melisa lupa kegunaannya menginap di rumah ini? Jika putri semata wayangnya tersebut tidak mau menjaga dan merawat ibunya maka kehadirannya di rumah ini tidak diperlukan. Sejak bangun pagi, Marwan yang mengurusi Nina dengan telaten. Dimulai dari mengelap tubuhnya, menggantikan popok, hingga sarapan. Untuk apa yang telah berlalu Marwan memakluminya. Karena pada saat itu ada Alfath yang berstatus sebagai suami Melisa. Jadi Marwan memahami jika Melisa lebih mendahulukan untuk melayani suaminya yang akan pergi ke sekolah. Tapi sekarang Alfath sudah berangkat! Bahk

