Mencoba Kabur

1402 Words

AKARI cukup lama berdiam diri di kamar, sampai makan siang datang. Dia menahan perih di tubuhnya yang masih tak kunjung sembuh, tapi hatinya tak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Begitu Julia meletakkan nampan dan hendak keluar, Akari buru-buru berlari menahan pintu. Anehnya, kali ini pintu tidak dikunci. Julia hanya keluar begitu saja tanpa peduli apakah pintu itu akan terkunci atau tidak. Jantung Akari berdetak kencang. “Apa hanya saat tertentu dia menguncinya?” bisiknya. Akari menggeleng cepat, menolak membuang waktu untuk berpikir. Dengan menahan rasa sakit di seluruh tubuh, Akari melangkah keluar. Setiap derap kakinya terasa ringan sekaligus berat, seakan waktu bisa berhenti kapan saja. Dia meneliti sekeliling, menelusuri lorong yang asing. Karena saat dia dibawa ke kamar baru, dia t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD