Tigapuluh dua

1467 Words

Selamat membaca, jangan lupa komen gais wkwk. -D e m i K i a n- Kian menjatuhkan diri di atas kursi belajar. Matanya menatap seantero kamar yang menjadi tempat paling hangat di rumah ini setelah kepergian mama. Juga, ayah yang terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan. Setelah adzan maghrib ia baru tiba di rumah, kini Kinan sibuk di dapur untuk membuat makan malam. Sedangkan besok sudah ulangan kenaikan kelas, ada keresahan yang membuat Kian tidak begitu percaya diri akan mendapatkan nilai yang sempurna. Ada juga penyesalan yang membuatnya murung dan menopang dagu mencoret-coret kertas kosong secara abstrak. Berbulan-bulan sudah Kian tidak benar-benar fokus pada sekolahnya. Yang ia tau hanya tentang pergi mencari kesenangan, nongkrong, dan mencari ingar-bingar di luar sana. Setelah ia me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD