Pagi-pagi Aldio dikagetin kedatangan Zio yang tanpa mengabarinya. Ia menuruni anak tangga dengan celana pendek, dan kaos hitam sembari rambutnya masih acak-acakan. "Ngapain lo sepagi ini disini." Timpal Aldio galak. Zio mendelik sesaat, ia melihat penampilan Dio, sesekali melihat jam dinding sudah menunjukan pukul sembilan. "Darimana aja lo semalam, jam segini baru bangun." Aldio berdecak, ia malas harus menjelaskan kemana saja dia, bahkan dia baru tertidur jam satu pagi. Sejak kejadian di hotel, ia berusaha melupakannya. Namun otaknya tak bisa berhenti memikirkan Nina. Berulang kali ia mencoba hubungi Nina, tapi istrinya sama sekali tak mengangkat telpon dari Aldio. "Bukan urusan lo! Lagian hari ini libur, kan." Alzio mendengus dengan tingkah adiknya tidak dewasa. Padahal Aldio ha

