Kata siapa cinta akan bahagia tanpa memiliki, buktinya Nina tak lepas dari pria berparas tampan selalu menghantuinya. Nina tidak akan membiarkan siapapun merebut apa yang jadi miliknya. Bagi Nina Aldio hanya ditakdirkan untuknya. Di tangan Nina sudah ada surat cerai. Rasanya tidurnya begitu nyenyak, hingga saat terbangun pagi hari tidak jauh dari senyum lebar menyematkan bibirnya. "Pagi semua." Sapa wanita itu menghampiri Bayu dan Namira yang telah bersiap sarapan. "Kamu bahagia sekali hari, sayang. Boleh bunda tau ada apa?" Nina langsung mengibas kertas yang berisi surat cerai. "Lihat ini surat cerai. Sebentar lagi aku bercerai dengan Aldio." Ucap Nina antusias membuat Namira nyaris tak percaya. Baru kali ini ia melihat ada orang bercerai begitu senang seperti mendapat undian berh

