bc

[21+] Trust Me if You Love

book_age18+
1.8K
FOLLOW
19.5K
READ
possessive
HE
forced
goodgirl
badgirl
dare to love and hate
heir/heiress
drama
small town
brothers
like
intro-logo
Blurb

WARNING!! 21+

Prolog

"Siapa kamu? Aku benar-benar tidak mengenalmu!". Kirana berusaha meyakinkannya agar lelaki itu tidak salah paham.

Lelaki itu tersenyum sinis. Merasa dirinya dipermainkan oleh Kirana. Lelaki itu seolah tidak percaya apa yang dikatakan Kirana.

"Hah? Bisa-bisanya kamu dengan mudah melupakanku, Ran? Padahal kita sudah menghabiskan malam indah kita bersama di Bali."

Kirana tidak mengerti apa yang diucapkan lelaki itu. Selama ini dia hanya pernah satu kali ke Bali, itupun saat karyawisata SMP dulu. Lalu bagaimana ceritanya lelaki itu mengenalnya saat di Bali. Pertanyaan itu terbesit dalam benaknya yang berkecamuk.

"Tapi aku benar-benar tidak mengenalmu. Aku juga belum pernah ke Bali selama 7 tahun belakangan ini. Bagaimana bisa aku bertemu denganmu?".

Lelaki itu semakin marah. Wajahnya menunjukkan emosi yang meluap-luap.

"Apa itu sebabnya? Mengapa kamu tiba-tiba menghilang dan meninggalkanku begitu saja?"

"Apa maksudmu?"

**

Kisah cinta antara Reyfano Pratama dan Kirana Rudiatmaja yang membagongkan. Lalu siapakah wanita yang dimaksud oleh Rey? Simak kisah selanjutnya..

Klik baca & jangan lupa tombol LOVE

Gomapta chingudeul - Armafiana

chap-preview
Free preview
# 1 - Ciuman Pertama
Malam minggu ini tak terasa sudah seminggu dia berada di rumah lagi. Setelah 4 tahun waktunya dihabiskan di negeri tetangga untuk menuntut ilmu dan pengalaman kerja magang disana. Wanita semapai yang cantik, kulit putih mulus, rambut lurus hitam panjang. Walaupun perawakannya bak produk import tapi dia asli tulen produk lokal. Kirana, gadis manis yang baru saja berusia 22 tahun itu, telah menyelesaikan studinya di negeri China. Ibarat kata pepatah, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, ternyata menjadi pilihan untuk Kirana melanjutkan kuliahnya. Lulusan manajemen bisnis dengan predikat cumlaude berkat beasiswa yang dia peroleh sejak duduk dibangku SMA. "Sekarang apa rencanamu selanjutnya, nak?" Tangan hangat seorang ayah dengan keriput yang mulai tampak di wajahnya yang teduh, menepuk bahu Kirana membuyarkan lamunannya. "Belum tau ayah, sepertinya Kiran akan segera cari pekerjaan di sekitar sini saja." "Tidak usah terburu-buru nak, nikmati saja dulu waktumu di rumah. Kamu sudah belajar terus selama ini dan jarang sekali bergaul dengan teman-mu. Ayah harap kamu juga punya waktu untuk masa mudamu." Sang ayah selalu tahu dilema sang putri kecilnya yang sekarang sudah beranjak dewasa. Kirana hanya terdiam. Menatap wajah ayahnya yang sudah mulai menua dan masih saja sibuk bekerja menghidupi keluarga. Kirana merasa iba. "Ayah hanya ingin kamu bahagia nak, jangan pernah merasa terbebani. Nikmati saja masa mudamu selagi belum ada lamaran datang kepada ayah untuk kamu." Canda sang ayah seraya tersenyum kecil di dibalik rasa rindunya karena sang putri lama meninggalkannya pergi ke negeri sebrang. Dia ingin anaknya juga memikirkan kebahagiaannya tanpa mengorbankan masa mudanya. "Ayah tenang saja, Kiran pasti bahagia kok. Selama ayah selalu di sisi Kiran tidak ada alasan lainnya yang membuat Kiran untuk bersedih. Lagipula Kiran pengen merawat ayah, nemenin ayah terus pokoknya!" Kirana menggenggam erat tangan sang ayah yang sangat dia sayangi, seraya membalasnya dengan senyuman lebarnya yang sangat manis. Ia hanya tidak ingin ayahnya terus bekerja diusianya yang sudah hampir menginjak 50 tahun. ** Kini Kirana berada di salah satu event tahunan yang rutin diadakan di daerah dekat kompleks rumahnya. Acara yang di prakarsai oleh para remaja seusianya ini memang dikhususkan untuk tujuan kekerabatan. Siapapun boleh hadir dalam acara ini. Dalam rentang usia di atas 20 tahun dan belum menikah. Karena memang tujuan aslinya adalah mempertemukan yang belum berjodoh. Kirana terpaksa datang karena sahabatnya bermain sejak kecil, Dea, yang memaksanya ikut dalam acara itu. Ditemani Jake gebetan barunya yang juga panitia tetap acara yang notabene di hadiri para jomblowan jomblowati high quality. Mereka sendiri bertemu di acara itu tahun lalu namun baru dekat beberapa bulan belakangan ini. Jake sendiri tenyata adalah teman SMA Kirana. Jadi Kirana merasa tidak sungkan, hanya ditemani Dea dan Jake saja sudah cukup membuatnya nyaman. Semua wajah yang hadir tampak asing bagi Kirana. Ini pertama kalinya dia mengikuti acara seperti itu karena dia hanya sekali pulang ke Indonesia selama 4 tahun terakhir. Itupun saat hari raya. "Cepat turun ke lantai dansa, Ran!" Dea menarik Kirana yang masih malu-malu yang masih duduk sendirian karena belum terbiasa dengan keramaian. Di iringi alunan musik band dan kerlap kerlip lampu yang membuat suasananya suitable banget. Para muda mudi semua ikut hanyut alunan ritme musik yang membuat badan ikut berdansa. Kirana terkejut tiba-tiba seorang lelaki menarik tangannya begitu saja menjauh dari lantai dansa. Segera di tepisnya tangan yang menggenggamnya dengan kasar itu. Namun lelaki itu malah memeluk Kirana seperti meluapkan rindu yang teramat dalam pada Kirana. Jake dan Dea pun terkejut, karena mereka juga tidak mengenal lelaki itu. Kirana memberontak mencoba melepaskan diri dari pelukan lelaki itu. Dia sama sekali tidak mengenalnya. "Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan?". Kirana segera menjauhkan tubuhnya setelah terlepas dari pelukan lelaki itu. Dia sangat bingung dengan apa yang dilakukan lelaki itu. Kirana takut, dia memegang lengannya yang ditarik lelaki itu karena terasa nyeri. Lelaki itu menunjukkan raut wajah memelasnya. Sedih. Bahagia. Entah sedikit menangis. Seolah telah menemukan orang tercintanya yang lama hilang. "Aku sudah lama mencarimu kemana-mana, Ran. Kemana saja kamu selama ini?" "Kamu siapa? Tapi... Maaf aku tidak mengenalmu!". Kirana menatapnya bingung. "Kirana, bagaimana kamu bisa melupakanku?". Ucapnya dengan sedikit emosi. Kirana semakin bingung. Siapa kiranya lelaki yang tiba-tiba memeluknya ini. Dia sama sekali tidak mengenal lelaki itu. Bahkan sangat asing baginya. Jake dan Dea mendekati Kirana. "Siapa dia Ran? Kenapa tiba-tiba dia memelukmu?" Dea pun tidak mengenalnya padahal Dea selalu tau siapapun yang dekat dengan Kirana "Aku sama sekali tidak mengenalnya De. Aku bahkan tidak tau siapa dia." Netranya kembali menatap lelaki itu. "Maaf.. Tapi mungkin anda salah mengenali orang?".  Kirana melempar pertanyaan pada lelaki itu. Lelaki itu mengepalkan tangannya ingin marah karena Kirana yang tidak mengingatnya sama sekali. "Bagaimana mungkin aku tidak mengenalmu, Kirana Shafia Rudiatmaja!" "Hah!?". Kirana terkejut dan bola matanya membelalak. Bahkan lelaki itu tau nama lengkapnya. "Siapa kamu? Aku benar-benar tidak mengenalmu!". Kirana berusaha meyakinkannya agar lelaki itu tidak salah paham. Lelaki itu tersenyum sinis. Merasa dirinya dipermainkan oleh Kirana. Lelaki itu seolah tidak percaya apa yang dikatakan Kirana. "Hah? Bisa-bisanya kamu dengan mudah melupakanku, Ran? Padahal kita sudah menghabiskan malam indah kita bersama di Bali." Kirana tidak mengerti apa yang diucapkan lelaki itu. Selama ini dia hanya pernah satu kali ke Bali, itupun saat karyawisata SMP dulu. Lalu bagaimana ceritanya lelaki itu mengenalnya saat di Bali. Pertanyaan itu terbesit dalam benaknya yang berkecamuk. "Tapi aku benar-benar tidak mengenalmu. Aku juga belum pernah ke Bali selama beberapa tahun belakangan ini. Bagaimana bisa aku bertemu denganmu?" Lelaki itu semakin marah. Wajahnya menunjukkan emosi yang meluap-luap. "Oohh... Jadi apa itu sebabnya? Mengapa kamu tiba-tiba menghilang dan meninggalkanku begitu saja?" "Apa maksudmu?" "Setelah aku mengatakan bahwa aku hanyalah seorang penjual kue kering dan pendapatanku yang tidak seberapa itu. Lantas tidak ada alasannya lagi kamu untuk mengenalku?" Kirana terdiam tidak mengerti, hanya mematung mendengarkan penjelasannya. Air mata lelaki itu mulai mengalir. Emosi yang benar-benar dia pendam seperti meledak begitu saja. "Tapi memang benar aku tidak mengenalmu!". Ucap Kirana lembut berusaha membela diri. Jake dan Dea juga tidak mengerti apa yang dilakukan lelaki itu hingga dia mengira Kirana adalah orang yang dia kenal. "Oke kalau kamu mungkin melupakanku. Tapi kamu akan mengingat yang satu ini!" Lelaki itu lantas menarik tangan Kirana hingga jatuh ke pelukannya dan menarik tenguk Kirana dengan tangan kanannya, menariknya hingga tidak ada jarak lagi antara mereka. Lelaki itu melumat bibir Kirana ganas dan menciumnya dalam. Kirana berusaha meronta melepaskan dirinya dari lelaki itu, namun tak berguna karena tenaganya tak mampu mengalahkan lelaki itu. Kirana menangis tak percaya dengan apa yang dialaminya. Lelaki itu mengambil ciuman pertama nya yang sangat dia jaga untuk suaminya kelak. Bruakkk! Jake melepaskan tinjunya setelah melepaskan Kirana dari ciuman lelaki itu. Lelaki itu tersungkur ke lantai dengan bibir terluka. Darah segar mengucur dari ujung bibirnya. Dea dengan cepat merangkul sahabatnya. Tak puas, Jake kembali meraih kerah baju lelaki itu dan hendak memukulnya lagi. Tak ingin diam saja, teman-teman lelaki itu yang sedari tadi mematung dan hanya menyaksikan, sontak melerai mereka. Namun lelaki itu dengan segera membalas tinju Jake dengan kepalan tanganya yang berapi-api. Jake pun hampir tersungkur karenanya. Segera Dea menarik Jake agar tidak melanjutkan perkelahiran ini. Ternyata kejadian ini membuat perhatian seluruh orang yang hadir tertuju pada mereka. "Ayo, Jake! Kita pulang saja!" Ajak Dea. Dea dan Kirana pun memaksa Jake untuk mundur dan langsung mengajaknya pulang. Dia tidak ingin semakin menjadi perhatian orang-orang yang hadir disana. Mereka segera meninggalkan lelaki itu yang masih berusaha mengejar Kirana. Mobil Jake segera melaju meninggalkan lelaki itu dibelakang. Lelaki itu tengah menatap mobil yang membawa Kirana menghilang. "Apakah dia wanita yang selama ini lo cari, Rey?". Tepukan seorang teman lelaki itu membuyarkan pandangan Rey. Ya, lelaki itu adalah Reyfano. Reyfano Pratama. Lelaki berusia 26 tahun dengan paras tampan itu tidak menjawab pertanyaan temannya yang sedari tadi bertanya-tanya tentang apa yang dia lakukan kepada gadis itu. Dalam fikirannya hanya Kirana. Kemana mobil yang itu akan membawa Kirana. Pikirannya benar-benar kacau. Baru saja dia menemukan gadis yang selama ini dia cari. Tetapi respon dari gadis itu malah sebaliknya. Segera Rey mengambil kunci mobil dalam saku kemeja temannya itu. "Gue pinjem bentar, bro!". Ucapnya seraya berlari ke arah mobil sport hitam yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri. Temannya hanya mengacungkan jempol tanpa menjawab sepatah katapun. Dia mengetahui temannya itu ingin segera menyusul mobil yang membawa Kirana pergi dan membiarkannya memakai mobilnya. ** Sesampainya didepan gerbang rumah Kirana. "Terimakasih banyak ya Jake, Dea. Maaf karena kejadian yang tadi." Kirana kembali menunduk ke arah Jake dan Dea yang berada di kursi depan, setelah dia keluar dari mobil Jake. "Tidak apa-apa, Ran. Soal kejadian yang tadi juga lupakan saja ya! Orang gila gak usah dianggep. Cepetan masuk rumah sana!" Dea menjawab Kirana disertai senyuman Jake yang mengikuti. "Bye Kiran" "Bye De, Jake. Thanks ya.." Mobil Jake meninggalkan Kirana sendiri yang langsung berpaling menuju ke rumahnya. Belum gerbang terbuka tiba-tiba seseorang menarik tangannya kebelakang hingga membuatnya hampir terjatuh. "Aakh!!"   - Bersambung - 

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.3K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.3K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.7K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.0K
bc

TERNODA

read
199.3K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
70.3K
bc

My Secret Little Wife

read
132.4K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook