Bab 3. Posesif!

1001 Words
Dia membuang wajahnya, lalu berkata. "Saya hanya ingin pergi dari anda, tolong izinkan saya, Raja Moran. Apa yang sebenarnya membuat anda begitu ingin menyiksa saya? saya bersumpah tidak akan pernah mengganggu anda, saya bersumpah Yang Mulia!" bibir Alana yang bergetar hebat semakin membuat Moran kesal. Dia maju satu langka, tapi dengan cepat Alana Mana yang keluar dari tubuh wanita itu keluar. “Saya memohon pada anda.” tambahnya lagi.” Moran kesal, dia mencengkram baju Alana. "Kau pikir siapa dirimu? Kau hanya boleh mendengar perintahku! kau tidak boleh sama sekali membantah apapun yang aku katakan, dengarkan aku Alana! Sampai kapanpun kau hanya pelacurku!" Alana menggeleng, dia memohon dengan mengatupkan kedua telapak tangannya. "Ampuni saya, jika ada sesuatu yang membuat anda marah! apa anda tidak mengasihani saya dan bayi itu?! tolong kasihani anak anda, jika calon permaisuri anda tahu tentang dia, saya harus bagaimana? saya tidak ingin menyakiti, saya tak ingin menyakiti siapapun, tolong Yang Mulia lepaskan kami!" Moran membuang wajahnya, dia tidak akan mengabulkan keinginan Alana. Salah dia sendiri, kenapa bisa ada di depan matanya mendadak seperti ini. "Ck, sampai mati aku tidak akan pernah melepaskanmu, tetap berada di sisiku!  atau kau akan melihat semua tragedi yang lebih menyakitkan daripada ini. Jangan salahkan aku karena peringatan ini sudah aku katakan dengan jelas padamu.” Moran kembali mencengkram tubuh Alana. Wanita itu melawan lalu berteriak! "Lepas! Apa anda juga akan merebut ASI anak sendiri? Apa anda juga akan mencuri juga darinya? Jika saya tahu wanita itu adalah ibu asuh anda, Maka akan saya haramkan menginjak kaki di rumah ini! Walaupun pak Tua itu memohon. Saya pastikan tidak akan pernah ada celah untuk bertemu dengan anda." Dia mendekat, "Kau sangat terlihat penuh dendam. Apakah sudah lupa malam yang kau jalani bersamaku? Kita berdua melaluinya dengan sangat indah." "Indah bagi anda. Tapi tidak bagi saya! Jika saya tahu apa yang anda lakukan hanyalah sebuah taruhan. saya bersumpah tidak akan pernah mencintai anda sedikitpun! Anda terlalu egois menjadi seorang manusia." Moran sudah muak dengan semua kalimat yang Alana katakan! Semua sudah terjadi dan dia tidak akan pernah menyesal. "Kau tahu Alan! Aku sangat mengutuk semua tindakanmu selama ini! Kau pikir apa bagusnya dirimu?! Lalu menurutmu, apa yang membuat semua pria menjadikanmu bahan taruhan?" Moran mengangkat dagu Alana. "Karena kau wanita yang sombong dan sok suci. Lagipula keangkuhanmu benar-benar menyakiti hati orang lain." Ck, Alana berdecak mendengar celotehan yang keluar dari bibir Moran! "Lalu Anda mengambil kesempatan ini kemudian mempermainkan hati saya? saya memang angkuh. Tapi itu semua saya lakukan untuk menghindari p****************g berdarah bangsawan seperti kalian! saya memang sok suci. Karena saya sangat takut dengan dosa, dan kemarahan para Dewa. Saya sadar hidup ini bukan masalah dunia saja." "Ternyata kau masih saja angkuh!" Moran kini terlihat sangat datar. “Terlalu angkuh hingga aku berpikir kau memang lebih baik berada di sisiku! Aku butuh orang gila seperti dirimu!” Alan membuang wajahnya dengan kasar! tidak dingin lagi melihat wajah Moran berada di kamarnya. "Saya persilahkan untuk Anda pergi dari kamar ini! Jujur saja saya sangat muak dengan anda. Tentang bayi ini tak perlu anda mempersalahkan karena saya akan bekerja di semua tempat untuk menghidupinya. Kami tinggal di sini hanya untuk sementara. Saya tidak akan pernah mengganggu anda dan calon permaisuri." Wajah Moran kembali berubah menjadi lebih kesal! "Seberapa banyak kau sudah menyelidiki aku. Hebat sekali! Kau bisa mengetahui semuanya dalam sekejap." Alana menarik napasnya dengan berat! "Keluarlah bayi ini ingin tidur." Jawabnya lemah. Satu tahun yang lalu. Menjadi Kulivator tingkat tinggi adalah cita-cita Alana sejak kecil. Hanya saja dirinya terjebak oleh sebuah kesalahan yang tak bisa diampuni. Tidak ada yang bisa membelanya dimana pun. Semua orang ketakutan karena keluarga pria yang membuatnya hancur adalah Bangsawan Kerajaan. Kini dia sudah kembali ke Akademi, Alana ingin melupakan semua hal buruk yang pernah terjadi padanya! berawal saat Alana yang pindah dari Desa menuju Akademi Zarfas di kota besar karena sebuah panggilan dari Guru Besar Dongzu. Semua murid akademi Zarfas masuk, mereka pun sudah menentukan tempat duduk Alana, tapi dengan seenaknya seorang pria yang dikenal bernama Moran mengganti posisi duduknya tepat di samping Alana. Seorang Raja tapi masih mengikuti Akademi! Dia benar-benar tidak berubah. Hanya wanita yang ada di dalam otaknya, dia tak memikirkan hal lain sedikit pun. “Kalian sudah tahu kenapa Yang Mulia bisa ada di sini, bukan?!” mereka semua mengangguk, “Kita hanya berjumlah 10 orang, dan semua anak bangsawan dan penguasa tanah ini kecuali Alana yang di bawa oleh Guru Dongzu!” “Apa dia gadis dengan Batu Jiwa dan darah Naga itu?!” guru tersebut mengangguk, dan semua orang mulai riuh. “Jadi dia begitu istimewa?!” Moran berdiri, “Ya! Dia istimewa, dan hanya milikku saja! Lebih baik kunci mulut kalian sebelum aku yang melakukan sendiri! sedikit saja aku mendengar kalian membicarakan Alana, maka aku tidak akan pernah segan!" Gadis apanya? Dia sudah punya anak denganku. Dasar Alana sialana, berani sekali dia membuat aku kacau seperti ini. Semua orang memperhatikannya, dan dia sok imut sekali memandang mereka. “Yang Mulia, jika kau menginginkan dirinya! Kami tidak akan bisa melakukan apapun.” jawab salah satu murid yang ada. “Silahkan anda dan Alana menikmati momen di akademi.” sambung mereka lagi sembari terkekeh. Alana berusaha tidak menggubris, apalagi Moran di kenal sangat mudah memberi pelajaran untuk orang lain. Sungguh dia tidak sudi jika di permalukan oleh pemuda ini. Waktu berjalan seperti lorong gelap, hingga jam istirahat di mulai, Alana tidak memilih ke kantin Akademi. Dia tetap berada di kelas! Karena malas berhadapan dengan orang-orang asing. Suara pintu tertutup dan lagi-lagi itu ulah Moran. Dia seolah tidak mengizinkan Alana hidup dengan tenang. "Buka pakaianmu." ucapnya dengan wajah sombong seolah Alana adalah b***k yang harus menuruti segala perintahnya. “Apa kau tuli?!” Alana membulatkan mata, dia pun menjadi emosional! "Jangan gila..." Bentak Alana. Moran yang tak suka pun langsung menarik paksa tangan Alana, dia menarik kerah baju gadis tersebut sehingga seluruh kancing lepas dan mempertontonkan pakaian dalam milik Alana. Mata gadis itu membulat penuh dendam menghadapi Moran. "Kenapa???" Dia bertanya dengan nada sombong.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD