LaD - kemampuan Dino

1509 Words
LaD - Jangan pernah menilai sesuatu dari penampilan, itu hal yang aku pelajari dari keadaan. Di mana kita tidak boleh terlalu sombong dan kekuatan yang kita miliki karena sejatinya di luar sana masih ada orang-orang yang memiliki kekuatan lebih besar dari kita. Kata pepatah diatas langit masih ada langit yang begitu tinggi jadi diantar orang kuat masih ada orang kuat lainnya. Lalu ketika melihat perjuangan Dino melawan pria besar itu aku jadi sedikit sadar. Mungkin aku terlahir dengan kelebihan yang luar biasa tapi dibalik itu, aku mendapatkan kekuatan ini secara instan walaupun aku memang sudah kuat ketika masih berbentuk wyren, tapi aku mendapatkan peningkatan kekuatan ketika aku menjalin kontrak dengan Tuan Erix. Habis ada seorang ras elf tengah berjuang dengan kekuatannya sendiri, sosok Yang kuanggap selama ini sebagai beban nyatanya memiliki tekad yang kuat untuk mendengarkannya. Mungkin itulah kenapa Tuan Erix memerintahkan kami untuk mengikuti dan mengantarkan dirinya sampai bertemu dengan naga biru. Walau terkesan tidak peduli tapi aku bisa melihat bagaimana tuan Erix tetap peduli dengan keadaan orang-orang yang ada di sekitarnya. Aku masih belum ingin ikut membantu Dino karena mungkin jika aku ikut campur dalam pertarungannya harga dirinya akan semakin terinjak, bersandar pada tembok gua aku mengamati dalam diam. Melihat bagaimana Dino bangkit dari serangan yang membuatnya tersungkur di atas tanah, selalu berusaha untuk menyerang balik pria besar itu. Dia menerjang pria besar itu lalu memberikan pukulan dan tendangan berputar nggak membuatnya mundur beberapa langkah dia tersenyum kecil dan berdiri membersihkan debu yang menempel di pakaiannya lalu menatap pria besar itu. "Kau bangganya dengan tendangan dan pukulan yang bahkan tidak bisa mereka itu?" Dia besar itu menurunkan tangannya kalau mengibaskan tangannya pelan. "Akan kutunjukkan bagaimana kekuatan yang sebenarnya." Lalu tanpa Dino sadari pra besar itu sudah berada tepat di hadapannya, besarnya mencengkram wajah Dino selalu mengantarnya ke atas tanah membuat Dino terpekik pelan. "Lihatlah di mana kesombonganmu tadi apakah hanya bisa berceloteh saja?" Ledek pria besar itu. Aku meringis begitu saja, sepertinya pria besar itu memiliki segalanya, pertahanan diri yang kuat, kecepatan yang bisa mengimbangi Dino, dan kekuatan yang Tidak diragukan lagi sudah jelas jika dia memiliki kekuatan yang sangat besar ketika melihat tubuhnya saja. Bahkan ketika pria besar itu mulai menyeret tubuh Dino dengan wajah yang masih nempel di atas tanah, Dia terlihat sangat puas. Akhir dari serangannya pria besar itu melemparkan dirimu hingga menatap dinding gua. "Akh!" Sekali lagi dia tersungkur tubuhnya tak bergerak dengan luka yang terlihat di sekujur tubuh. Dino yang terpojok hanya bisa diam sembari menatap pria itu dalam-dalam. "Ayolah di mana mulut besar mu tadi!?" Dengan tertatih Dino berusaha beranjak, menggunakan dinding gua sebagai pegangan, dia mengambil langkahnya. "Kau tahu...." Kakak di sana Aku tidak mengerti apa yang dia lakukan tapi sepertinya dia tidak merasakan sakit sedikitpun, bahkan ketika dia mengangkat wajahnya aku bisa melihat gurat bahagia di sana seolah inilah kesenangan yang dinantikan selama ini. "Sudah sangat lama menantikan orang kuat sepertimu yang mampu menandingiku." Ucap Dino. Padahal jika dilihat dari kondisi fisiknya dia sudah tidak memungkinkan lagi untuk melakukan pertarungan, tapi entah kenapa dia malah terlihat menikmati semua yang dia dapatkan. Bisakah kusebut dia gila, karena hanya orang bodoh yang menikmati rasa sakit yang dia dapatkan. Jika aku yang berada di posisinya mungkin aku akan merasakan sakit yang luar biasa dan lebih baik menyerah daripada harus bertahan dengan luka-luka itu. "Hooo ... Lihatlah siapa maniak di sini!" Ucap pria kepada teman-temannya. "Jangan pikir aku akan menyerah hanya karena luka seperti ini, kau pikir siapa aku?" "Aku tidak tahu siapa kau dan aku tidak peduli, yang jelas jika kau menghalangi jalanku maka aku menyingkirkanmu!" Tatapan pria itu terlihat sangat tajam, bahkan kini energi sihir yang mengalir di sekitar tubuhnya terasa begitu pekat dan kuat, tekanan yang diberikan pun salah menekanku untuk tidak mendekatinya. Tapi tekanan seperti itu bukan apa-apa bagiku, kekuatan seperti itu hanyalah mainan di hadapanku Aku bisa saja menghabisi mereka dengan sekejap dengan kemampuan yang aku miliki sekarang aku bukanlah tandingan mereka. Namun sekali lagi aku tidak ingin ikut campur dalam pertarungan ini karena aku ingin melihat kemampuan Dino. "Sudah ku katakan bukan jika kau mampu lakukan saja aku akan menerima setiap serangan mu karena sebentar lagi mungkin kau yang akan terpojok!" Benar-benar gila, apa-apaan dengan perkataannya itu dia terkesan sangat sombong, padahal tubuhnya sudah compang-camping Dan hampir saja mati karena serangan ini, tapi Dino seolah tidak merasa jera. "Jika itu yang kau inginkan maka aku akan mengabulkannya, jangan salahkan aku jika setelah ini aku akan serius." "Aku menantikan nya ketimbang mendengar ocehan busuk mau itu." "Kau!" Aku tidak mengerti lagi apa yang dipikirkan oleh Dino, sebenarnya sejauh mana kemampuan dia hingga dia berani menentang dengan kondisi tubuh yang sudah tidak layak itu. Lalu sekejap saja pria besar tadi sudah berada di belakang tubuh Dino tapi anehnya ketika pria besar itu memberikan serangan dengan pukulan tangannya Dino bisa menghindarinya dengan sangat mudah. Bahkan aku pikir serangannya tidak bisa kulihat karena begitu cepat tapi entah kenapa dia bisa menghindarinya, apakah itu hanya kebetulan? Ataukah memang itu kemampuan? Entahlah melihat kelakuan Dino membuat tubuhku bergetar, apakah saat ini seorang perlu tengah bertarung dengan pengalaman yang dimiliki. Karena bagaimanapun juga kekuatan tidak akan berarti tanpa diiringi dengan pengalaman dari pertempuran yang sebelum-sebelumnya. Bertanya mari kita saksikan, aku sendiri sudah sangat penasaran dengan saja nya akan ditunjukkan oleh Dino. Dengan tubuh menunduk, Dino menggerakkan sikutnya dengan sangat cepat dan bertenaga, hingga sikut itu berhasil mengenai perut pria besar. Namun sayangnya kemampuan fisik pria besar itu dapat diakui karena dia tidak merasakan sakit sedikit pun ketika Dino berhasil mengenai perutnya. "Lihatlah seekor lalat berusaha melukaiku." Dino tersenyum kecil ketika mendengar ucapan dari pria besar itu hingga akhirnya entah apa yang terjadi pria besar itu terpukul mundur hingga terpental beberapa langkah. Jubah yang dikenakan pun terkoyak sehingga menampakan guratan otot yang sudah terbentuk di atas perut pria besar. Yang sangat luar biasa aku sendiri bingung, dan ternyata bukan aku saja tapi pria besar itu juga terlihat bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya baru saja. Dino berdiri dengan santai bahkan terlihat gontai karena luka-luka yang mulai terbuka di setiap pergelangan tangannya, wajahnya pun terlihat lebam karena efek seretan diatas tanah tadi. Dia menarik senyum dengan darah di sudut bibirnya. "Apa kau pikir dengan kemampuan seperti itu kau dapat mengalahkanku? Kira aku hanya memiliki kemampuan rendahan?" Dino berjalan santai mendekati pria besar itu, tapi sepertinya pria besar itu tersinggung dengan ucapan Dino hingga akhirnya dia mengambil langkah kuda-kuda yang sangat kuat dan mengeluarkan teknik yang mungkin saja kuat. Karena energi air yang mengalir di tubuhnya benar-benar pekat dan tak tertembus, Aku tidak tahu teknik apa itu dan kemampuan seperti apa yang dia miliki, tapi sepertinya Dino akan kesulitan kali ini. "Sepertinya kau terlalu banyak mulut sejak tadi bagaimana jika kita buktikan saja Seperti apa kekuatan yang kau maksud itu?" Membalas ucapan pria besar itu Dina hanya tersenyum, lalu menggerakkan kaki kanannya ke depan lalu kaki kirinya diluruskan ke belakang dengan kedua tangan yang berbentuk seperti pisau tatapan mendongak ke atas dia sudah siap dengan kuda-kuda nya. "Jika kau tidak percaya maka majulah Aku akan menerima setiap serangan." "Sialan! Aku akan membuktikannya dan menutup mulut sombong itu!" Secepat itu juga pria tadi bergerak dengan kecepatan yang luar biasa, tapi dengan sangat mudah Dino bisa menepis serangan itu, menghalau pukulan demi pukulan yang diberikan oleh gaya besar. Serangan itu terlihat cepat dan memojokkan Dino, tapi apa yang kulihat sekarang dia malah menikmatinya dan menghalau serangan itu dengan sangat mudah, salah apa yang didapatkan bukanlah masalah yang berarti. Aku mulai penasaran dengan apa yang dia lakukan, hingga dengan sepasang mataku aku mencoba mempelajari, dengan mengartikan mata naga aku mulai melihat struktur dan aliran darah serta denyut jantung milik Dino. Dan seketika itu juga aku terkejut, Aku tidak mengerti dengan aliran darah yang terbalut energi sihir serta detak jantung yang sangat berirama seolah dia tidak tertekan sama sekali. Sungguh sebuah ketenangan yang sangat luar biasa, seolah bisa menekan ketakutan yang ada di dalam dirinya dan mengontrol irama serta peredaran darah di dalam dirinya. Pantas aja Dino salah sangat senang dengan serangan yang didapatkan, karena jika sudah seperti ini, Mak aku sudah bisa memastikan jika Dino lah yang akan memenangkan pertarungan ini. Karena melihat dari bagaimana aliran darah yang ada di tubuh pria besar itu, dan bagaimana sirkulasi energi sihir yang ada di dalam, pria besar itu sangatlah kacau, jika tidak diimbangi dengan kekuatan fisik yang luar biasa, aku yakin jika pria besar itu sudah lama mati karena tidak mampu menahan kekuatannya. "Heh! Aku pikir dia kuat tapi ternyata dia hanyalah pria bodoh yang mengantarkan nyawa pada seorang predator mengerikan dengan keterangan yang sangat luar biasa itu." Sudah tidak ada lagi yang bisa diharapkan oleh pria itu, karena sejatinya jika kita bisa mengontrol energi sihir, detak irama jantung dan peredaran darah tetap stabil, maka sudah dipastikan seseorang itu akan mendapatkan kekuatan yang sangat luar biasa dan ketenangan yang tidak akan terganggu. Dia juga tidak akan mudah tertekan oleh keadaan walaupun dia sudah terluka parah. Ternyata pria yang ku kiranya seorang beban memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. Sepertinya aku harus menghormati Dino, kenapa yang dilakukan Tidak sembarangan orang bisa melakukannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD