Mendengar pertanyaan Felisha barusan, Sander mengulum senyumnya, mengerti kehidupan Felisha yang setiap harinya yang terjadwal dengan tertib. Sepertinya Felisha menyadari sikapnya yang mungkin terlampau resmi, membuat suaminya bingung menanggapi pertanyaannya. “Ok, aku … ikut saja,” ujarnya. “Tentu saja kita bercinta dulu, melepas kerinduan, melepas emosi kamu yang terpendam, cemburu dengan Reyna misalnya.” “Ih, Sander. Katanya udah nggak mau bahas soal itu.” “Iya, ‘kan misalnya.” “Cari contoh yang lain.” “Oke, misalnya kamu menghadapi pekerjaan yang menumpuk, bawahan yang menyebalkan, lalu atasan kamu yang tidak bisa diajak kompromi—“ “Iya, Sander. Itu contoh yang sangat sesuai. Aku bisa bayangkan emosiku yang lepas nanti saat bercinta denganmu.” “Hm … apa yang ingin kamu lakukan

