Felisha masih enggan bangun meskipun pagi sudah semakin tinggi. Tubuhnya menggeliat ke sana ke mari di atas kasur, kadang memeluk guling, kadang menendangnya. Felisha hanya ingin bermalas-malasan saja setelah mengalami malam panjang yang indah semalaman, bercinta hebat dengan suami tercinta, mengajarinya untuk mendapat kesenangan dan kenikmatan bersamaan. Ternyata sentuhan pertamanya tidak semengerikan yang dialami sepupunya, Prilly, yang bahkan hampir satu minggu tidak ingin lagi disentuh. Felisha menarik selimutnya, menutupi tubuhnya yang masih polos telanjang, dia tersenyum bahagia mengingat sentuhan suaminya semalaman. Dia tidak menyangka kenikmatan yang berlipat-lipat dia rasakan, meskipun awalnya diselimuti perasaan takut dan khawatir. Baru saja matanya terpejam karena masih dilan

