Sander menghela napas panjang, memegang dadanya saat melihat punggung Felisha yang memasuki kamar. Dia sangat penasaran tentang apa yang dibicarakan Felisha dan mamanya. Hampir saja dia melangkah menyusul Felisha ke kamar, tapi dia menahan langkahnya, memilih menunggu saja. Felisha tidak bisa menahan tangisnya saat berdiri di depan toilet, tangannya yang memegang botol kecil untuk mengisi urin terlihat gemetar. Dia meragukan ucapan mertuanya bahwa seandainya dia ditakdirkan tidak bisa memberinya keturunan, dia akan tetap menjadi istri Sander selamanya, dan Rosna yang tidak akan menyuruh Sander menikah dengan perempuan lain. Padahal, sangat jelas Rosna sangat menginginkan kehadiran cucu. Pasti ada sebuah kemungkinan Rosna yang berubah pikiran, menyuruh Sander menikah lagi demi mendapatkan

