Sander tiba-tiba tertawa, dan Felisha tentu saja heran. “Kamu tau, aku dan Dewa juga membicarakan kamu.” “Ha? Membicarakan aku?” “Ya, sama seperti apa yang kamu bicarakan dengan Reyna, soal kekhawatiran kamu.” “Oh my God.” Felisha menutup wajahnya yang memerah menahan malu. “Hei, nggak apa-apa.” “Aku … aku senang saja, Sander, aku … jadi merasa diperhatikan.” “Ya, Dewa malah yakin kalo kita akan punya bulan depan.” Felisha tertawa renyah, tidak menyangka Dewa yang begitu yakin. “Siapa tau, Sayang. Dan kamu nggak perlu khawatir.” Sander mendekap pinggang Felisha dan mengusap-usapnya pelan. *** Felisha menatap botol kecil berisi ramuan dari mertuanya menjelang tidur, mengingat kata-kata mertuanya bahwa ramuan itu bisa membuatnya cepat hamil. Sudah satu botol kecil dia habiskan bula

