Baru saja Reyna hendak masuk ke dalam mobilnya, dia terkejut karena Dewa datang menghampirinya. “Dewa? Quinza mana?” Reyna malah menanyakan anaknya. “Dia aman sama mama dan papa di rumah.” “Oh.” “Reyna. Ayolah, datang ke rumah. Papa dan mama sangat berharap kamu datang.” “Aku … aku ada janji dengan rekan kerjaku.” “Zoom meeting, ‘kan? Bisa dari rumah.” Reyna berpikir, cukup lama. “Hm … oke, aku pulang dulu.” Dewa dengan cepat menahan tangan Reyna yang hendak membuka pintu mobil. “Sekarang saja, Rey. Naik mobilku, mobilmu biar di sini saja. Atau nanti aku suruh Yadi jemput mobil kamu dan mengantarnya ke apartemen.” Dewa seperti menyadari kelemahan Reyna sekarang, yang tampak tidak berdaya di depannya dan tidak sanggup menolak. Dia jadi ingat masa-masa Reyna yang bekerja di kantorn

