Bab 123. Penolakan Reyna

1304 Words

Reyna cepat-cepat menyembunyikan perasaan senangnya melihat Dewa yang tampak jauh lebih segar, dengan aroma parfum khas Dewa yang lembut menerpa hidungnya. “Ka … kamu sudah sehat?” tanyanya gugup. “Ya,” jawab Dewa, sembari mengawai gedung sekolah, lalu melirik arloji di tangan, masih ada beberapa menit lagi menjelang bunyi bel pulang. “Maaf, aku … nggak kirim kamu bunga lagi,” ucap Dewa. “Oh, nggak apa-apa. Lagi pula kamu nggak perlu mengirim bunga,” balas Reyna. Matanya mengawasi beberapa wali murid yang mulai berdatangan, ada beberapa yang menyapanya. “Apa boleh aku mampir ke apartemenmu sore ini?” tanya Dewa tiba-tiba. Mendadak bibir Reyna gemetar mendengar permintaan Dewa. Dewa menahan napasnya, menyadari bahwa Reyna yang masih enggan didekati. “Aku nggak maksa, it’s ok,” ujar D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD