Bab 146. Mau Felisha

1015 Words

“Jadi Prilly berbagi pengalaman malam pertamanya denganmu?” tanya Sander sambil mengusap-usap bahu polos Felisha, dia tertarik ingin tahu kenapa Prilly sampai berani membagikan pengalamannya bercinta dengan suami di malam pertama, yang menurutnya tabu untuk diceritakan. Felisha tertawa kecil sambil mengamati cincin di jari manis kanannya. Perasaannya amat bahagia telah mendapatkan sentuhan suaminya malam ini. “Sita yang mendesaknya untuk bercerita, aku hanya ikutan saja. Dia bercerita, dan dia bilang awalnya dia dan suaminya malu-malu….” Felisha menoleh ke Sander. “Mereka berdua sama-sama tidak tahu. Suaminya mencoba dan memaksakan diri, Prilly kesakitan, dia bilang perih sekali, apalagi waktu buang air. Rasanya panas sekali saat mengalir.” Sander mendengus tersenyum mendengar cerita Fel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD