Bab 117. Geram Reyna

1021 Words

Reyna seketika menggeram, bagaimana bisa Quinza sudah memanggil Dewa dengan sebutan papa, sedangkan dia tidak pernah menceritakan tentang sosok papanya apalagi memperkenalkannya. Seolah tahu mamanya bingung dan marah, Quinza mendekati Reyna dan memegang tangannya, tapi tatapannya sendu ke Dewa. “Reyna,” panggil Dewa, mengejar Reyna yang berbalik arah darinya. Reyna berhenti sambil menggeram, menoleh ke Dewa, dan menatapnya sinis. “Jangan pernah dekati anakku,” desisnya penuh amarah. Dewa berhenti mengejar, membiarkan Reyna berjalan cepat bersama Quinza yang sesekali menoleh ke belakang. Tampak Quinza menahan tangis dan berjalan tergesa-gesa mengikuti langkah mamanya. Sudah diperkirakan Dewa sebelumnya akan terjadi begini, Reyna yang pasti belum menerima dirinya sepenuhnya. Sepertinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD