Bab 118. Senang Quinza

1008 Words

Dewa mencoba mendatangi sekolah Quinza keesokan harinya, dia datang tepat pada saat Quinza sedang istirahat sore menjelang pulang dari sekolah. Dia langsung lega melihat wajah Quinza yang tersenyum cerah ke arahnya, tetap memeluk dan menciumnya. “Papa,” rengek Quinza yang masih memeluk papanya, dia bahkan hampir tidak mau makan makanan ringannya, seolah tidak mau melewatkan sedikitpun kebersamaannya dengan Dewa. “Mau Papa suapin?” Quinza menggeleng, tidak mau dilihat teman-temannya yang ada di kantin. Dia membuka kotak makanan berupa puding cokelat dengan fla dan mulai menikmatinya. “Mama marah?” tanya Dewa akhirnya. Quinza menggeleng. “Nggak.” “Kita masih boleh bertemu?” “Ya. Mama bolehin kita ketemu.” Dewa tersenyum lega. “Tapi mama sedih.” Dewa menghela napas pendek, berat mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD