Dewa pulang pukul sepuluh malam, dan dia mendapatkan Reyna yang sudah tidur di atas tempat tidur. Dia masih mengingat kerinduan yang mendalam dari sorot mata Reyna dan Igun saat berpelukan di kantornya. Entah kenapa dia menyesalkannya dan tidak bisa melenyapkan amarah dalam dirinya. Dia jadi sedikit menyesalkan menerima kembali Igun bekerja di kantornya. Namun, dia tidak bisa mengelak dari kenyataan bahwa aura kantornya menjadi lebih semangat sejak Igun mulai kembali bekerja. *** Pagi ini Reyna bangun seperti biasa, menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga kecilnya. Dewa juga bersikap biasa di pagi itu. Namun, Reyna tahu bahwa Dewa masih menyimpan kekesalannya, suaminya itu hanya tidak mau menunjukkannya di depan Quinza, tetap menunjukkan kasih sayangnya. Yang membuat pagi ini agak berbed

