"Mas, bangun sayang, makan siang dulu yuk, aku suapin," bisik Tan. Ia mengelus rambut Jaehwan dan menciumi pipi tembam kesukaannya berharap Jaehwan bangun. "Aku tidak mau makan," ketus Jaehwan dengan suara serak. "Sayang, kamu harus makan, biar cepet pulih," bujuk Tan dengan lembut. "AKU CACAT LEE TAN!" bentak Jaehwan. "Buat apa aku makan, lebih baik aku mati karena kau pasti akan pergi meninggalkanku sebentar lagi," ucap Jaehwan lalu menitikkan air matanya. Sudah satu minggu Jaehwan bertingkah seperti ini, semenjak kecelakaan yang ia alami membuat tangan kanannya lumpuh sementara. Jaehwan berubah menjadi pendiam dan pemarah, tak jarang Jaehwan mengamuk dan melempar seluruh barang di sekitarnya saat Tan pergi dari kamar inap Jaehwan walau hanya pergi sebentar untuk membeli roti di ka

