"Aku datang," Tan berlari menuju pintu apartemennya saat Jaehwan datang. Ia mengambil tas kerja Jaehwan dan menaruhnya di sofa, biasanya Tan akan segera menaruhnya di meja kerja Jaehwan, namun Tan merasa bahwa Jaehwan berbeda saat ini, kekasihnya itu terlihat lelah dengan mata sayunya. Ia kembali menghampiri Jaehwan dan membantunya melepas jas kerja. "Mas, mau nginep?" Jaehwan mengangguk. "Boleh kan?" "Boleh, sayang. Tapi jangan macem-macem ya," Tan menangkup pipi Jaehwan lalu mencium bibir Jaehwan. "Pasti belum makan, aku masakin makan malem ya?" "Mau peluk dulu," lirih Jaehwan. "Sini," Jaehwan memeluk Tan dengan erat, mencium aroma gadis itu sebanyak-banyaknya. "Mas kenapa? Hm?" tanya Tan sembari mengelus punggung Jaehwan. "Terlihat jelas ya kalau aku sedang tidak baik-baik s

