21

801 Words

"Ibu!" Tan berlari sambil merentangkan tangan menuju ibu Jaehwan. "Ahh, menantuku datang. Bagaimana kabarmu, sayang?" Ibu Jaehwan tersenyum sumringah lalu memeluk Tan dan membawa Tan ke dapur. "Ibumu senang sekali saat Tan datang." ucap Ayah Jaehwan. "Benar, yah. Aku yang anaknya malah diabaikan." jawab Jaehwan. "Bagaimana keadaan Tan? Ia sudah tak bersedih lagi kan?" "Tidak, yah. Dia sudah tak pernah menangis lagi." "Jaga dia dengan baik dan selalu perhatikan dia, kebanyakan wanita lebih suka menyembunyikan perasaannya." "Iya ayah." . "Mas Jae, tadi aku dan ibu membuat kue." ucap Tan lalu mengusel di d**a Jaehwan. "Oh ya? Kue apa? Kok aku dan ayah tidak mencicipi kuenya?" "Kuenya gagal mas, bantet, nggak kaya perut Mas Jae yang mengembang." "Kau ini, untung aku sayang." Jae

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD