08

906 Words
"Mas, aku mau pulang." "Kau belum pulih, sayang. Tunggu beberapa hari lagi. Oke?" ucap Jaehwan lembut. "Aku bosen di kamar terus," "Mau jalan-jalan?" Tan menganggukkan kepala sambil mengerucutkan bibirnya. "Tapi pakai kursi roda ya?" "Aku udah kuat buat jalan," elak Tan. "Pakai kursi roda atau tetap di ranjang?" Tanpa menjawab, Tan langsung merentangkan tangannya ke arah Jaehwan, menandakan bahwa Jaehwan harus menggendongnya untuk duduk di kursi roda. Jaehwan mengecup bibir Tan singkat sebelum mendorong kursi roda Tan. "Mau kesana," Tan menunjuk sebuah taman indah yang kebanyakan pengunjungnya berbaju piyama rumah sakit yang harusnya sama seperti dirinya, namun dirinya tak memakai piyama rumah sakit karena Jaehwan membelikan Tan piyama dengan harga puluhan juta untuk Tan pakai selama di rumah sakit. "Iya sayang." Jaehwan mendorong kursi roda Tan dengan hati-hati dan berhenti pada sebuah bangku taman yang memiliki ruang untuk Jaehwan tempati. Tan dan Jaehwan memandangi lingkungan sekitarnya yang penuh dengan anak kecil. "Aku ingin punya anak banyak." ucap Jaehwan tiba-tiba. "Hm." jawab Tan singkat. Jaehwan menggenggam tangan Tan dan menciumnya. "Kau mau kan menikah denganku?" tanya Jaehwan. Tan hanya mengangguk tanpa melepas pandangannya ke arah taman. Jaehwan hanya menghela nafas dan menggenggam tangan Tan lebih erat. "Tatap aku, sayang." Tan menurut pada Jaehwan. Ia menatap mata Jaehwan yang penuh dengan rasa penyesalan. "Kau belum memaafkanku?" Tan menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Jaehwan. "Aku udah maafin mas. Tapi aku takut mas, aku takut mas ngulang lagi. Aku takut mas pergi lagi." Ucap Tan dengan mata berkaca-kaca. "Sayang, percaya padaku. Aku tak akan mengulanginya. Percayalah padaku. Hm?" Tan hanya mengangguk lalu mencium bibir Jaehwan singkat. "Di dunia ini, yang aku paling aku percaya hanya Mas Jaehwan. Jangan rusak kepercayaan aku lagi ya, mas?" "Pasti, sayang. " Jaehwan mencium bibir Tan kali ini lebih lama sampai Tan melepaskan ciuman mereka. "Ini tempat umum," "Tidak ada yang melihat kok." "Gatau ah!" Jaehwan terkekeh kecil dan mengecup bibir Tan lagi. "Mas, ngga kerja?" "Tidak sampai kita selesai honeymoon. Kau mau honeymoon kemana, sayang?" "Mmmm, aku mau ke Maldives, ehh jangan, ke Paris aja, tapi ke Paris udah mainstream, kemana ya? Ke Dubai aja deh, mas. Tapi aku juga pengen ke Disney Land." ucap Tan. "Kau mau mengunjungi semua itu?" "Salah satunya aja, mas. Kalo mas pengen kemana?" "Sungguh? Kita bisa mengunjungi semua tempat yang kau sebutkan tadi jika kau mau. " Tan mengecup bibir Jaehwan singkat. "Nanti mas keluar uang banyak banget dong. Kita ga boleh boros, Mas Jaehwanku." Senyuman lebar terpancar dari wajah Jaehwan saat Tan mengucap "Jaehwanku", sungguh Jaehwan sangat bahagia saat ini. "Selama ini aku mencari uang memang untuk memanjakanmu, sayang." "Yang bisa manjain aku cuma Mas Jaehwan, bukan uang dari Mas Jaehwan." Sejak dahulu, mantan-mantan pacar Jaehwan hanya memanfaatkan uang Jaehwan, berbeda dengan gadis di depannya saat ini yang malah menolak untuk dimanjakan dengan uangnya. Kim Jaehwan sungguh beruntung. "Ibu sudah sampai di kamar. Ayo kembali." ucap Jaehwan setelah mengecek ponselnya. "Nanti sore kesini lagi ya, mas." "Iyaa," ucap Jaehwan lalu mendorong kursi roda Tan kembali menuju kamar inapnya. *** " Jadi gimana nikahan kalian?" tanya ibu Jaehwan. "Saat Tan keluar dari rumah sakit, besoknya kami akan menikah, Bu." jawab Jaehwan sambil menyuapkan bauh apel pada Tan sebagai dessert selesai makan siang. "Jangan lakukan kesalahan yang sama lagi, Jae." ucap ayah Jaehwan. "Iya ayah." Dokter datang tepat setelah kedua orangtua Jaehwan pulang menjenguk Tan. "Keadaan nona Tan sudah baik, besok sudah bisa pulang. Jangan lupa tetap rutin minum obat sampai habis dan check up setiap minggunya." ucap dokter. "Baik, dokter. Terimakasih." Jaehwan merasa bahwa ia adalah manusia yang paling bahagia saat ini, jika besok Tan sudah diperbolehkan pulang, itu berarti lusa ia akan resmi menikah dengan Tan. "Mas kok senyum-senyum sendiri sih?" tanya Tan heran. Jaehwan mengecup bibir Tan singkat dan memeluk Tan dengan erat. "Makasih, sayang. Makasih." ucap Jaehwan dengan sangat tulus. Tan tak menjawab ucapan Jaehwan, ia hanya membalas pelukan Jaehwan dan mengeratkan pelukannya pada tubuh Jaehwan. Jaehwan melepaskan pelukannya dan mengelus kepala Tan dengan lembut. "Kau tak mengantuk?" Tan mengangguk dan dibalas dengan Jaehwan membantu Tan berbaring di ranjangnya. "Aku sayang sama mas." "Aku lebih menyayangimu, sayang." ucap Jaehwan lalu mencium kedua pipi, kening, hidung dan yang terakhir bibir Tan. "Mas Jaehwan jangan kemana-mana." "Aku disini, sayang. Aku akan mengecek laporan selama kau tidur." "Janji?" "Janji sayang." ucap Jaehwan dengan gemas lalu mengecup bibir Tan bertubi-tubi. "Udahh mass. Jangan cium-cium terus." ucap Tan terbata-bata karena Jaehwan terus mengecup bibir Tan. Jaehwan yang tak mendengarkan ucapan Tan tetap melakukan kegiatannya. Tan lebih memilih untuk memeluk pinggang Jaehwan dan memejamkan matanya. "Aku tak akan kemana-mana." ucap Jaehwan setelah Tan tertidur. *** Sekarang sudah jam 10 pagi, dan Tan belum juga bangun dari tidur siangnya kemarin. Tadinya Jaehwan hendak memanggil dokter untuk memeriksa keadaan gadisnya, namun tepat sebelum Jaehwan keluar dari kamar, dokter Park masuk ke ruangan Tan untuk check up harian. "Dok, kenapa Tan dari kemarin siang belum terbangun dari tidurnya?" "Benarkah? Biar saya periksa." Dokter Park memeriksa tubuh Tan dengan wajah terkejut. Dia mengambil handponenya dan menelfon seseorang. "Panggil Dokter Yoon dan Dokter Kang ke ruang VIP 5 sekarang juga, keadaan pasien Tan kembali melemah." Bagai tersambar petir, Jaehwan terduduk lemas pada sofa tepat di belakangnya. Jaehwan menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya seraya berdoa dan menangis. "Sebegitu besarkah dosaku, Tuhan? Jika kau tak mengizinkanku untuk bersama Tan, setidaknya jangan membuat Tan menderita dan kesakitan seperti ini." ucap Jaehwan dalam hati. Jaehwan terus menangis menyesali perbuatannya bahkan saat para dokter sedang berusaha untuk menyelamatkan gadis tercintanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD