Minzy yang sedang duduk bersila di atas sofa mulai menurunkan kakinya dengan perlahan, tubuhnya menegang sembari mengerjapkan kedua matanya setelah membaca pesan yang Kakak iparnya kirimkan, Valery. Ia langsung memandang ke arah pintu setelah diberitahu bahwa Valery sudah menghubungi Marvi sebelum dirinya. Ceklek. Pintu kamar inapnya terbuka, menampilkan Marvi yang tampak gelisah. Minzy langsung saja berdiri dari duduknya dan menghampiri sang suami yang sedang berdiri di ambang pintu. Minzy menutup pintu kamar mereka, lalu berdiri tepat di hadapan Marvi. "Mommy masuk rumah sakit," ucap Minzy. Marvi tampak menganggukkan kepalanya, Valery sudah memberitahu. "Are you okay?" Marvi menatap Minzy dengan raut wajah sedih. "No, i'm not okay. Gimana bisa aku baik-baik aja di saat kamu marah

