47. Tempat Ternyaman

1608 Words

Marvi menatap Minzy yang sedang bersandar di atas tempat tidur dengan ekspresi wajah mendung seperti cuaca di luar. Kemudian ia turut naik ke atas tempat tidur dan memeluk Minzy dengan erat. Minzy mengusap kepala Marvi dengan lembut. "Kenapa?" Bukannya menjawab, Marvi malah menelusupkan kepalanya pada ceruk leher Minzy, kaki kanannya menumpang pada kedua kaki sang istri yang sedang bertanya-tanya ada apa dengan suaminya itu. "Yaang, kalau ditanya jawab dong," kata Minzy. "Di kantor tadi temen kamu si Jenna marahin aku karena liburannya gak lama. Padahal aku Bossnya." Ujar Marvi. Minzy tampak memainkan daun telinga Marvi. "Masa karena itu doang," Marvi mendongakan wajahnya. "Tadi ada salah satu Investor yang mau mundur pas tahu kalau proses pembangunan Supermall di daerah Tasik Jawa B

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD