Rangkulan tangan Marvi pada pinggang Minzy kian mengerat ketika memasuki Ballroom di sebuah hotel kenamaan, tempat yang luas dengan interior indah itu mampu menampung banyak orang. Namun sepertinya tamu yang Louise dan Meysha undang tidak lebih dari 200 orang. Itu wajar saja, ini hanya acara pertunangan. Marvi langsung saja mengisi nama di daftar tamu yang datang. "Vi, kadonya aku titip di sini aja ya?" Marvi mengangguk. Minzy pun meraih pulpen dan memberi nama di paper bag berisi tas tersebut. "Udah?" Tanya Marvi. "Udah," "Ayo," Marvi kembali merangkul Minzy. "Kayaknya belum mulai deh," ucapnya. Dan dari salah satu meja terlihat seseorang melambaikan tangan ke arah mereka, lebih tepatnya pada Marvi. "Sayang, ada temen di sana, kita duduk di meja sana aja, gimana?" Minzy menganggu

