Rahang tegas dari seorang Louise tampak mengerat, bahkan urat-urat pada kedua sisi pelipisnya tampak tercetak jelas. Belum lagi tangannya yang mengepal kuat. Semua itu terjadi karena melihat Minzy menggenggam dan membela Marvi. Saat ini, Meysha dan Louise berdiri menghadap ke luar melalui jendela tinggi hotel tersebut. "Lou, ngapain ke sini?" Tanya Meysha dengan menyilangkan tangan di depan d**a. Louise meliriknya dengan tajam. "Kamu mau liat mereka mesra-mesraan? Hah?!" Tekannya. Meysha memandang Marvi yang terlihat sedang bersenda gurau bersama Minzy juga yang lainnya. "No." Ucapnya lesu. "Lou, kamu harus lakuin sesuatu dong." Louise memperlihatkan pesan yang dirinya dapatkan dari seseorang. "Mereka bakalan pergi ke Swiss," "Kapan?" "Besok." Meysha terkejut. "Besok? What?" Lou

