Malam ini Marvi terlihat sibuk di ruang kerjanya yang berada di samping kanan kamar mereka. Terdapat berkas-berkas di atas meja kerjanya. Sesekali ia memijat kepala dan menghela nafas frustasi. Matanya sudah terasa lelah karena harus membaca setiap berkas yang sekretaris perusahaan berikan siang tadi. Tok ... Tok ... Ceklek. "Sayang ..." Panggil Minzy, kepalanya menyembul sedikit untuk mengintip terlebih dahulu. Marvi mengalihkan pandangannya sebentar, "Iya, sayang, kenapa?" Tanyanya dan kembali membaca berkas yang berada di tangannya. Minzy melenggang masuk dengan secangkir kopi. "Aku buatin kamu kopi, diminum ya ...." Ucapnya sembari menyimpan secangkir kopi tersebut di atas. Marvi tampak menganggukan kepala tanpa mengalihkan pandangannya, dirinya benar-benar akan sibuk untuk beb

