Bab 18

1106 Words

Mereka keluar dari kamar kemudian turun dari lantai atas. Nazmi harus berakting dengan mesra. Tangan Malika digenggam dan menerbitkan senyuman terbaiknya pada Malika. Demikian sang istri yang juga mengikuti peran suaminya, tersenyum lebar dan bersikap manja pada Nazmi hingga mereka tiba di ruang tamu. Malika melihat seorang pria paruh baya berambut hampir putih semua itu duduk sambil menatap ke arah mereka berdua. Malika menunduk dan sedikit mundur untuk bersembunyi di balik tubuh suaminya. “Assalamu’alaikum, Pa!” “Wa’alaikumsalam!” jawab Sultan singkat, sementara Ifa tidak mau melihat ke arah putranya apalagi menantunya. Mereka duduk berdampingan, Malika tersenyum menunduk dan harus bisa menjaga diri. “Papa dengar dari mamamu kalau kau sudah menikah, benar itu?” tanya Sultan. “Ya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD