“Bang, jangan.” “Kau menolaknya?” tanya Nazmi menatap mata Malika yang sudah dijatuhkannya di atas tempat tidur, terkungkung di kedua kaki serta tangannya. “Aku hanya tidak mau membuat kekasih Abang kecewa.” “Kau istriku.” “Tapi-“ sahutan itu kembali terputus karena Nazmi merebut alat untuk berbicara tersebut dan tidak memberinya celah sedikit pun. Kemolekan tubuhnya membuat Nazmi terpana, tubuh yang selama 48 jam lebih telah disia-siakan ini ternyata begitu membuatnya tergila-gila. Malika takut sekali kalau Nazmi tahu dirinya sudah tidak lagi terjaga mahkotanya. Meski saat mandi tadi dia telah menyemprotkan sesuatu yang diberikan Farrel padanya, tapi dia tetap takut. “Haakhh!” jeritan kecil terdengar beberapa kali saat Nazmi menembusnya dengan pengaman karena tidak mau Malika hamil

