Saat ini Angela berdiri di ruang operasi dengan sangat gelisah. Jantungnya terus berpacu dengan sangat cepat dari kejadian beberapa jam yang lalu. Air matanya tak urungnya berhenti, rasa takut kehilangan sangat menyesakkan dadanya. ‘Tuhan jangan ambil dia dariku,’ batin Angela. Ia menyandarkan punggungnya ke dinding di belakangnya. ‘Tuhan, Regan Danial adalah orang yang selalu membuatku merasa aman. Dia memberiku sebuah harapan dan perlindungan. Membuatku tidak perlu takut akan apa pun saat aku bersama dengannya. Perasaan aman, yang gagal di berikan orangtua dan keluargaku padaku setelah kepergian Kakek dan Ibu. Tuhan, jangan ambil pria ini. Aku sangat mencintainya, dia terluka karena aku. Kalau bisa di tukar, maka tukarlah nyawanya dengan nyawaku. Aku rela mati untuk menu

