Bab 15.

1375 Words

Elvira menyandarkan tubuh pada daun pintu yang tertutup. Perlahan ia meluruhkan tubuhnya hingga terduduk di atas lantai keramik yang dingin. Teriakan Shaka masih terdengar di balik pintu itu. Pria itu terus memohon untuk dibukakan pintu seraya mengetuknya kencang berkali-kali, tetapi wanita itu memilih mengabaikan, bahkan menutup telinga menggunakan kedua tangan. Air mata luruh semakin deras membasahi pipi. Denyutan nyeri di hatinya terasa semakin mencengkram, hingga menimbulkan sesak dalam d**a. "Vir, buka pintunya. Tolong, jangan seperti ini! Aku butuh kamu, Vira! Aku masih cinta sama kamu." Ketukan pintu terdengar semakin kencang di telinga karena Shaka mengetuknya dengan kuat. Namun, kedua tangan Elvira juga menekan semakin kuat kedua telinganya, untuk menghalau teriakan itu. D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD