Bab 32.

1458 Words

“Bayu, Nindi, sudah! Jangan ribut lagi! Ini sudah malam, gak enak didengar tetangga.” Suara Widya menengahi pertengkaran sepasang suami istri yang kian memanas. Wanita paruh baya itu berdiri di ambang pintu kamarnya. Wajahnya tampak pucat. Tubuhnya bersandar pada salah satu sisi pintu untuk menopang badan yang masih belum mampu berdiri tegak. “Ibu kenapa kenapa keluar? Yuk, masuk kamar aja. Kondisi ibu belum pulih.” Bayu menghampiri, berniat membantu ibunya kembali ke kamar. Namun, Widya malah menepis tangan sang putra. Alih-alih menurut, ia justru melangkah mendekati Nindi dengan langkah tertatih. Raut wajahnya jelas menahan rasa sakit di area persendian lututnya. Ia sudah mendengar semuanya. Tentang perselingkuhan Nindi, tentang masalah ranjang antara anak dan menantunya yang disebut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD