Bab.23 Makan Siang Dengan Tante Rissa

1096 Words

Siang itu berjalan lambat, seolah jarum jam sengaja menahan langkahnya. Tante Rissa tidak langsung pulang setelah berkeliling kantor. Ia memilih duduk di ruang rapat kecil bersama Seno, meminta beberapa laporan tambahan, sementara Inggrid kembali ke mejanya dengan perasaan campur aduk. Ada lega karena pekerjaannya diakui, meski hanya lewat satu kata singkat. Namun ada juga kewaspadaan yang makin menebal. Ia tahu, perempuan seperti Tante Rissa tidak pernah memberi penilaian tanpa maksud. Benar saja, menjelang makan siang, Tante Rissa keluar dari ruang rapat dan menghampiri meja Inggrid. Beberapa karyawan lain pura-pura sibuk, namun jelas mencuri dengar. “Kamu ikut makan siang sama Tante,” ucapnya tanpa basa-basi. Inggrid terkejut. “Sekarang, Tante?” “Iya. Sekalian Tante mau ngobrol.” I

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD