Hari berikutnya datang dengan udara yang lebih dingin dari biasanya, atau setidaknya itu yang Inggrid rasakan. Ia tiba di kantor lebih awal, bukan karena tuntutan pekerjaan, melainkan karena ia tidak ingin memberi ruang pada pikirannya sendiri untuk berkelana terlalu jauh sebelum sibuk menahannya dengan angka dan strategi. Namun rencananya buyar begitu ia melihat kalender rapat di layar komputernya. Rapat strategi ekspansi regional, yang dipimpin Seno. Peserta inti: Inggrid, Adelia, dan jajaran manajer senior. Inggrid menarik napas dalam-dalam. Ujian, lagi. Saat rapat dimulai, atmosfer ruangan terasa tegang, meski semua orang berusaha terlihat profesional. Adelia duduk di sisi kanan Seno, posisinya terlalu dekat untuk sekadar rekan kerja, tapi cukup jauh untuk masih bisa dibenarkan sec

