Bab.18 Pernikahan Seno Dan Inggrid

1078 Words

Minggu pagi itu, Inggrid terbangun lebih awal dari biasanya. Cahaya matahari belum sepenuhnya menerobos tirai jendela, hanya garis-garis tipis yang menggambar pola di lantai kayu. Ia menoleh ke samping, menemukan Seno masih tertidur pulas dengan napas teratur. Sesaat, Inggrid hanya menatapnya, menikmati ketenangan yang jarang ia rasakan di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Dengan gerakan hati-hati agar tidak membangunkan Seno, ia bangkit dan berjalan ke kamar Delon. Anak kecil itu masih terlelap, tangan mungilnya memeluk boneka beruang kesayangan. Inggrid tersenyum, mencium kening Delon dengan lembut sebelum keluar dari kamar. Di dapur, ia memutuskan untuk membuat sarapan. Bukan karena kewajiban, tapi karena ingin memberikan sesuatu yang istimewa untuk Seno. Ia menyiapkan pancake, telur orak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD