Satu minggu kemudian, Alesha berdiri di podium saat acara internal divisi marketing. Dengan suara lantang dan elegan, ia memaparkan kasus manipulasi informasi sebagai studi kasus tentang etika profesionalisme. “Kadang... ancaman bukan datang dari luar, tapi dari dalam. Tapi di saat itulah kita tahu, siapa yang berdiri bersama kebenaran, dan siapa yang layak disingkirkan.” Semua peserta memberi tepuk tangan meriah. Alesha melirik Satria yang duduk di bangku depan, dan mereka saling tersenyum. Gedung megah PT. Hartawan Perkasa siang itu dipenuhi ketegangan tak kasat mata. Suasana kantor tampak normal, namun di ruang direksi, badai besar sedang bersiap meledak. Satria duduk tenang di kursinya sebagai CEO, mengenakan setelan abu-abu gelap yang membuat sorot matanya semakin tajam. Di sisi l

