Safiyah perlahan bangkit dari ranjang, merasakan lengket di sekujur tubuhnya setelah gelora yang baru saja mereka lalui. "Mau ke mana, Sayang?" suara Arka serak, menahan Safiyah dengan tatapan. "Ke kamar mandi, Mas. Lengket semua," jawab Safiyah, senyum tipis terukir di bibirnya. Arka tersenyum, senyum penuh arti yang membuat jantung Safiyah berdesir. Tanpa banyak bicara, Arka ikut bangkit, lalu membopong tubuh Safiyah kembali, keduanya melangkah menuju kamar mandi. Di bawah guyuran air hangat dari shower, uap memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang semakin intim. Tangan Arka dengan lembut mengusap punggung Safiyah, jari-jarinya menyusuri lekuk tubuh sang istri. "Dingin?" tanya Arka, suaranya dekat di telinga Safiyah. Safiyah menggeleng, bersandar nyaman di d**a Arka. "Hangat sekali

