Setelah memastikan anak-anak terlelap pulas dan Rania nyaman bersama pengasuhnya, Arka menggandeng Safiyah menuju mobil. Tujuan mereka adalah sebuah bukit indah di Malang, tempat di mana bintang-bintang seolah bisa diraih. Safiyah terpukau begitu mereka tiba. Hamparan lampu kota yang berkelip di kejauhan berpadu dengan langit malam yang bertabur bintang menciptakan pemandangan yang memukau. "Indah sekali, Mas," bisiknya, matanya berbinar. Arka tersenyum, memeluk Safiyah dari belakang, dagunya bersandar di bahu Safiyah. Aroma rambut Safiyah yang lembut menggelitik hidungnya. "Tidak seindah dirimu, Sayang," bisiknya, suaranya dalam dan penuh kehangatan. "Pemandangan ini hanya pelengkap, karena keindahan sejati ada di pelukanku." Safiyah merasakan kehangatan pelukan Arka menjalar ke seluru

