Hujan rintik-rintik masih membasahi kaca depan mobil saat Arka melajukan kendaraannya menuju villa yang terletak di kaki bukit. Lampu-lampu jalan redup memantulkan cahaya ke wajah Safiyah yang tersenyum hangat di sampingnya. "Mas Arka..." panggilnya lembut, matanya menatap suaminya penuh kagum. "Ya?" sahut Arka tanpa mengalihkan pandangan dari jalan. "Suara Mas tadi... luar biasa. Serius, enggak kalah sama penyanyi aslinya. Aku merinding dengernya." Arka tersenyum, sedikit menggeleng pelan. “Kamu bisa saja, Sayang,” jawabnya merendah, namun rona bahagia jelas tergambar di wajahnya. “Asal kamu suka, itu sudah cukup buatku.” Tak lama kemudian, mobil memasuki pelataran villa. Udara sejuk pegunungan menyambut mereka saat pintu terbuka. Arka menggenggam tangan istrinya erat, membimbingnya

