Detak diantara luka

1475 Words

Aulia merapikan jilbab dan bajunya yang sedikit kusut sebelum keluar dari toilet wanita di restoran mewah itu. Pipinya masih merah merona, tak sanggup menyembunyikan kegugupan yang tersisa. Di luar, Rafandra sudah menunggunya di meja pojok, dengan senyum penuh makna dan sorot mata hangat yang hanya dimiliki pria yang tengah dimabuk cinta. Begitu Aulia mendekat, Rafandra berdiri dan menarik kursi untuknya. Ia lalu duduk kembali, dan tanpa ragu menggenggam tangan Aulia yang masih sedikit bergetar. "Aku nggak nyangka kamu akan membalas ciumanku tadi," gumam Rafandra, suaranya rendah dan lembut. Aulia menunduk malu, matanya tak berani menatap langsung wajah pria di depannya. "Aku juga nggak nyangka, Fan... semua terjadi begitu saja." Rafandra tertawa pelan. "Tapi aku bahagia. Kamu tahu ngg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD